
A PROMISE TO EARTH
“A PROMISE TO EARTH” I see the flowers bow in rain, The forests whisper, “Care again.” The ocean hums

“A PROMISE TO EARTH” I see the flowers bow in rain, The forests whisper, “Care again.” The ocean hums

“Harmoni yang sirna” Burung berkicau, air mengalir riang. Di hutan, di gunung, di lautan, Semua hidup dalam harmoni. Namun

“Lost Harmony” The blue sky, the green leaves, Birds chirping, water flowing with joy. In the forest, on the

“whispers of the earth” The trees once whispered in the breeze, Their leaves would dance with gentle ease. But

Pepohonan pernah berbisik ditiup angin sepoi-sepoi, Daun-daunnya menari dengan lembut nan anggun. Namun kini langit tercekik kelabu, Seiring kicauan

Dalam sunyi rak-rak tua, buku-buku berbaris menjadi saksi bisu berzaman. setiap helai kertas menyimpan cahaya rahasia. Namun di luar,

Dalam sunyi diantara rak-rak bisuTerjajar dunia tak terbatas, tak jemu Setiap halaman adalah titianBagi pengembara lalui setaip uraian Dari

aku, kamu, dan perpustakaan,tempat sunyi yang jadi kenangan,di antara lembar dan huruf yang diam,kita saling hiraukan dalam keheningan. kamu

Di sini antara rak-rak tinggi, dunia-dunia barumenanti. Setiap buku memiliki kisah yangmengajakku pergi jauh tanpa jejak. Perpustakaan adalah duniaku,

PerpustakaanBukan sekadar ruang sunyi dengan tumpukan bukuDi sana jajaran buku berdiri seperti barisan, menantiSetiap kalimat di dalamnya seolah berteriakmemanggil,mengajak

“A PROMISE TO EARTH” I see the flowers bow in rain, The forests whisper, “Care again.” The ocean hums

“Harmoni yang sirna” Burung berkicau, air mengalir riang. Di hutan, di gunung, di lautan, Semua hidup dalam harmoni. Namun

“Lost Harmony” The blue sky, the green leaves, Birds chirping, water flowing with joy. In the forest, on the

“whispers of the earth” The trees once whispered in the breeze, Their leaves would dance with gentle ease. But

Pepohonan pernah berbisik ditiup angin sepoi-sepoi, Daun-daunnya menari dengan lembut nan anggun. Namun kini langit tercekik kelabu, Seiring kicauan

Dalam sunyi rak-rak tua, buku-buku berbaris menjadi saksi bisu berzaman. setiap helai kertas menyimpan cahaya rahasia. Namun di luar,

Dalam sunyi diantara rak-rak bisuTerjajar dunia tak terbatas, tak jemu Setiap halaman adalah titianBagi pengembara lalui setaip uraian Dari

aku, kamu, dan perpustakaan,tempat sunyi yang jadi kenangan,di antara lembar dan huruf yang diam,kita saling hiraukan dalam keheningan. kamu

Di sini antara rak-rak tinggi, dunia-dunia barumenanti. Setiap buku memiliki kisah yangmengajakku pergi jauh tanpa jejak. Perpustakaan adalah duniaku,

PerpustakaanBukan sekadar ruang sunyi dengan tumpukan bukuDi sana jajaran buku berdiri seperti barisan, menantiSetiap kalimat di dalamnya seolah berteriakmemanggil,mengajak