aku, kamu, dan perpustakaan,
tempat sunyi yang jadi kenangan,
di antara lembar dan huruf yang diam,
kita saling hiraukan dalam keheningan.
kamu duduk di balik rak sejarah,
aku pura-pura sibuk baca sastra,
tapi diam-diam mata kita bersua,
di antara jeda dan desah napas yang tak terduga.
buku jadi alasan tuk tetap tinggal,
meski halaman tak benar-benar dibaca,
karena yang ingin kutahu, bukan cerita,
tapi bagaimana caranya mengulang buku bersama
perpustakaan ini jadi saksi diam,
tentang dua hati yang malu menyapa,
tak pernah ada janji atau salam,
hanya sunyi yang kita bagi bersama
di perpustakaan man bandung barat
dan mungkin suatu hari nanti,
kita tak lagi bertemu di kursi itu lagi,
tapi kisah kita tetap abadi,
di sela rak, di ingatan, di hati.
~tazka hikma~






